BANJARMASIN – Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PKK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengambil langkah strategis dalam upaya meningkatkan mutu lulusan dan pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas. Pada Rabu (22/04/2026), UPA PKK ULM menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Finalisasi Instrumen ULM Tracer Study 2026 yang dilaksanakan secara daring.
Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan krusial untuk meluncurkan survei rekam jejak alumni (Tracer Study) tahun 2026, yang menjadi instrumen vital dalam mengukur relevansi kurikulum perguruan tinggi dengan dunia kerja.
Dukungan Pimpinan dan Pentingnya Data Alumni Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr. Muhamad Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa Tracer Study bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan basis data utama untuk pengembangan universitas. Data yang akurat mengenai sebaran alumni dan masa tunggu kerja sangat menentukan nilai akreditasi institusi maupun program studi.

Sambutan dan pembukaan FGD Finalisasi Instrumen Tracer Study 2026 dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Dr. Muhamad Rusmin Nuryadin, S.E., M.Si.
Senada dengan hal tersebut, Kepala UPA PKK ULM, Dr. Ananda Setiawan, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk menyempurnakan instrumen survei agar lebih aplikatif dan mampu menangkap data yang lebih detail mengenai transisi alumni dari dunia kampus ke dunia kerja.

Penyampaian Laporan Finalisasi Instrumen Tracer Study 2026 – Dr. Ananda Setiawan, S.Pd., M.Pd.,
Diskusi Interaktif dan Sinkronisasi Instrumen FGD yang dipandu oleh moderator Dodon Turianto Nugrahadi, S.Kom., M.Eng. ini diikuti secara antusias oleh para pimpinan fakultas, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Koordinator Program Studi, serta Tim Unit Penunjang Akademik PKK di lingkungan ULM.

Dalam sesi diskusi, para peserta memberikan berbagai masukan konstruktif terkait rancangan instrumen survei. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi penyelarasan pertanyaan survei dengan standar nasional, penyesuaian kuesioner untuk berbagai bidang keilmuan yang berbeda, hingga strategi untuk meningkatkan persentase partisipasi alumni (response rate).
Interaksi yang hangat antara pengelola program studi dan tim UPA PKK menunjukkan komitmen bersama untuk menghasilkan data yang valid dan reliabel. Validitas data ini nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum agar lulusan ULM semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Jajaran pimpinan dan tim UPA PKK ULM saat mematangkan instrumen Tracer Study 2026 guna mendukung akreditasi program studi.
Rencana Tindak Lanjut: Pertemuan Tatap Muka Menutup kegiatan, Dr. Ananda Setiawan memberikan closing statement yang menekankan bahwa hasil dari diskusi daring ini akan segera difinalisasi. Sebagai tindak lanjut, UPA PKK ULM berencana menggelar pertemuan lanjutan secara luring (tatap muka) pada awal bulan depan untuk mematangkan teknis pelaksanaan di lapangan.
“Kami berharap instrumen yang telah disempurnakan ini dapat menjadikan seluruh program studi di lingkungan ULM menjadi unggul. Dengan Tracer Study yang berkualitas, kita bisa memberikan jaminan bahwa alumni ULM tidak hanya lulus, tetapi juga mendapatkan pekerjaan yang layak dan relevan,” tutup Dr. Ananda.
Kegiatan berakhir dengan harapan besar agar sinergi antara universitas, fakultas, dan alumni terus terjalin erat demi mewujudkan visi Universitas Lambung Mangkurat sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing global.

