Banjarmasin – Badai PHK sedang melanda beberapa start-up, seperti: Xendit, Carsome, Shopee Indonesia, Tokocrypto, Lummo, MPL, Tanihub, dan Zenius. Badai ini diperkirakan akan terus berlangsung dan mungkin akan menimpa start-up lainnya. Hal ini membuat beban mahasiswa dan fresh graduate (FG) untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan karir atau memulai usaha sendiri akan semakin berat. Persaingan untuk memperoleh pekerjaan akan semakin ketat dan keraskarena bersaing dengan korbanPHK. Memulai bisnis pun akan semakin berat karena memperoleh modal/uang yang semakin sulit dan juga persingan pemasaran yang makin ketat. Apalagi jika pekerja yang terkena PHK juga berpikiran untuk membuka usaha sendiri.

Di satu sisi, ekonomi kreatif semakin berkembang secara signifikan. Ekonomi kreatif merupakan sektor ekonomi yang mengandalkan kemampuan dan kreativitas manusia dalam menghasilkan barang dan jasa yang memiliki nilai tambah. Sektor ini meliputi industri kreatif seperti seni, musik, mode, film, desain, serta industri yang berbasis pada teknologi dan informasi seperti game, software, dan aplikasi. Ini merupakan peluang yang besar.

Bagaimana dengan permodalan?

Ekonomi kreatif sangat mengandalkan karakter manusia kreatif dan networking/relasi. Keduanya ini tidak bisa dibentuk secara instan. Perlu dibentuk dan diasah secara terus-menerus. Mahasiswa perlu membentuk dan mengasahnya  melalui organisasi mahasiswa (UKM).

Hal ini disampaikan oleh Andi Fitri, SE dari DPW Gekraft Kalsel pada Workshop Kesiapan Kerja Batch 6. Mahasiswa yang bergabung dalam UKM akan terlatih untuk berkomunikasi, menyelesaikan masalah, membentuk karakter, terbiasa berpikir kreatif, dan menghasilkan sesuatu yang kreatif dan inovatif. Hasil inovasi kreatif berupa ide, logo, design, serta hak cipta dan hak kekayaan intelektual lainnya dapat dijadikan jaminan kredit di bank atau investor. UKM juga menjadi jembatan untuk membangun netwoking/relasi.

Andi Fitri, SE, memprovokasi mahasiswa ULM untuk berani berwirausaha di bidang ekonomi kreatif

Pentingnya pembentukan mental wirausaha sejak dini juga diamini oleh pembicara kedua, Hendra Cipta Surya, SE.

“Luangkan waktu untuk membentuk karakter dan ikut kegiatan mahasiswa. Ini juga melatih untuk mengelola waktu belajar dan aktivitas mahasiswa serta rekreasi/refreshing. Manajemen waktu sangat penting dalam kesuksesan didunia usaha,” himbau Hendra.

Hendra Cipta Surya, SH menjelaskan peluang-peluang dunia ekonomi kreatif dan digital marketing, serta tip&trick bagaimana mahasiswa mempersiapkan diri

Ekonomi kreatif akan menjadi andalan Indonesia ke depan seiring dengan beralihnya ekonomi ekstraktif ke ekonomi kreatif terutama sektor digital. Mahasiswa ULM harus bersiap-siap untuk menyongsong, baik sebagai tenaga terampil tetapi juga sebagai perancang yang kreatif dan inovatif.

Keseriusan peserta